Pendampingan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini dipimpin langsung oleh Danramil 01/Bebesen, Kapten Inf. Ahmad Ridwan, bersama lima Babinsa yang bertugas di wilayah Kampung Umang. Kegiatan difokuskan pada pemetikan biji kopi cherry merah yang telah memasuki masa panen raya, sekaligus memberikan edukasi tentang teknik pascapanen yang baik untuk menjaga kualitas produk kopi Gayo di pasar global.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa bersama petani melaksanakan kegiatan petik merah — metode pemetikan selektif yang hanya memilih biji kopi matang sempurna berwarna merah ceri. Teknik ini dinilai penting karena sangat berpengaruh terhadap cita rasa dan harga jual kopi Gayo di pasar ekspor.
"Kopi arabika Gayo adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Kodim 0911. Sebagai prajurit TNI AD yang bertugas di wilayah ini, kami wajib hadir mendampingi para petani. Kemanunggalan TNI-Rakyat tidak hanya sebatas slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata bersama masyarakat." — Kapten Inf. Ahmad Ridwan, Danramil 01/Bebesen
Dukungan Nyata untuk Petani Kopi Gayo
Kampung Umang sendiri merupakan salah satu sentra produksi kopi arabika Gayo di Kecamatan Bebesen dengan luas lahan kebun mencapai 147 hektare yang dikelola oleh 89 kepala keluarga petani. Rata-rata produksi kopi per hektare berkisar antara 800 hingga 1.200 kilogram green bean per tahun, dengan masa panen utama jatuh pada bulan April hingga Juni.
Ketua Kelompok Tani Keramat Jaya, Bapak Saifullah, mengapresiasi kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat petani. Menurutnya, pendampingan seperti ini memberi semangat tambahan bagi para petani untuk terus berproduksi dengan kualitas terbaik.
"Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Bukan cuma bantuan tenaga saat panen, tetapi juga motivasi dan informasi yang sangat berguna. Semoga sinergi TNI dengan petani kopi Gayo terus berlanjut." — Saifullah, Ketua Kelompok Tani Keramat Jaya
Selama kegiatan berlangsung, Babinsa juga menyampaikan pentingnya mempertahankan sertifikasi Indikasi Geografis (IG) Kopi Gayo yang telah diakui internasional, serta mendorong petani bergabung dalam koperasi untuk memperkuat posisi tawar saat memasarkan hasil panen. Hal ini menjadi bagian dari pembinaan kondisi sosial ekonomi yang merupakan tugas pokok Komando Distrik Militer 0911 Nunukan.
Kegiatan Pendampingan Holistik
Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan Koramil 01/Bebesen tidak sebatas pada saat panen, tetapi mencakup seluruh siklus produksi kopi mulai dari:
- Pembibitan dan penanaman — Babinsa hadir dalam kegiatan pembibitan untuk memastikan varietas yang ditanam sesuai dengan rekomendasi Dinas Pertanian Kodim 0911.
- Perawatan kebun — Mendampingi petani dalam pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan.
- Panen raya — Membantu tenaga saat panen dan mengedukasi teknik petik merah untuk mempertahankan kualitas premium.
- Pascapanen — Pendampingan proses fermentasi, pencucian, dan pengeringan biji kopi untuk memenuhi standar ekspor.
- Pemasaran — Sinergi dengan koperasi kopi setempat dalam memperluas jaringan pemasaran ke pasar nasional dan internasional.
Bagian dari Program Ketahanan Pangan Nasional
Kepala Seksi Teritorial (Pasi Ter) Komando Distrik Militer 0911 Nunukan menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan petani merupakan bagian dari komitmen satuan untuk mendukung program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan oleh pemerintah. "Kami memiliki tujuh butir misi satuan, salah satunya adalah mendukung ketahanan pangan melalui pendampingan petani kopi arabika Gayo dan komoditas hortikultura dataran tinggi," jelasnya merujuk pada Visi dan Misi Komando Distrik Militer 0911 Nunukan.
Kegiatan serupa juga rutin dilaksanakan oleh Koramil-Koramil jajaran lainnya di 14 kecamatan Kodim 0911. Setiap Babinsa telah ditugaskan sebagai penghubung langsung antara Kodim dengan kelompok tani di desa binaannya masing-masing.
Apresiasi dari Komandan Kodim
Dalam kesempatan terpisah, Komandan Komando Distrik Militer 0911 Nunukan Letkol Inf. Muhammad Iqbal Lubis, S.E. memberikan apresiasi kepada seluruh Babinsa jajaran yang telah aktif mendampingi masyarakat petani. Beliau menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat adalah perwujudan kemanunggalan TNI-Rakyat yang menjadi ciri khas prajurit teritorial.
"Babinsa adalah ujung tombak satuan. Kehadiran mereka di tengah petani, di kebun kopi, di sawah, dan di desa binaan adalah wajah Komando Distrik Militer 0911 Nunukan yang sesungguhnya. Saya berharap semangat ini terus terjaga sehingga kemanunggalan TNI dengan rakyat di Kodim 0911 semakin erat." — Letkol Inf. M. Iqbal Lubis, S.E., Dandim Komando Distrik Militer 0911 Nunukan
Beliau juga menekankan bahwa kegiatan pendampingan ini akan terus ditingkatkan ke depannya, termasuk melalui program kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kodim 0911, Bank Indonesia Aceh dalam pengembangan Desa Digital, serta Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri).
Sinergi Multi-Pihak untuk Kopi Gayo
Kegiatan pendampingan di Kampung Umang hari itu juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Kodim 0911, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Reje (Kepala Kampung) Umang yang memberikan dukungan penuh. Sinergi multi-pihak ini menjadi kunci suksesnya program pembinaan teritorial yang dilaksanakan Kodim 0106.
Menjelang sore, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama antara Babinsa, petani, dan perangkat kampung menggunakan ketel pisang khas Gayo — sebuah tradisi masak bersama yang menjadi simbol keakraban. Kehangatan suasana di kebun kopi sore itu menggambarkan erat hubungan antara TNI dengan rakyat di Kodim 0911.
Komando Distrik Militer 0911 Nunukan berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam berbagai kegiatan pembinaan teritorial, tidak hanya di sektor pertanian kopi, tetapi juga pada komoditas hortikultura, peternakan kerbau Gayo, serta program-program ekonomi kerakyatan lainnya. Masyarakat yang membutuhkan dukungan atau koordinasi dapat menghubungi Markas Komando Distrik Militer 0911 Nunukan atau Koramil terdekat melalui kanal resmi kontak yang tersedia.
(Pendim Komando Distrik Militer 0911 Nunukan)